Ganti Background Blog Ini!





Get Widget




Minggu, 27 Mei 2012

sinopsis i not stupid too

 

tidak ada ‘benih’ yang buruk yang tidak dapat ditumbuhkan. Setiap ‘benih’ bisa ditumbuhkan, namun yang banyak adalah ‘para petani’ yang tidak tahu bagaimana menumbuhkannya.

I Not Stupid Too menggambarkan keberadaan keluarga yang mempunyai peran penting dalam kehidupan seseorang.
Dalam film ini menceritakan dua keluarga yg  berasal dari latar belakang dan status sosial berbeda tp mereka menghadapi masalah yang sama: kurangnya komunikasi dan saling pengertian dalam keluargaserta Keadaan orang tua dan keluarganya yang saling acuh tak acuh kpd anaknya.
Siapa yang salah bila seorang anak mencuri? Siapa yang paling bertanggung jawab apabila seorang anak terlibat kenakalan remaja, berwatak keras, dan bersifat pembangkang? Jangan dulu marahi mereka, karena jangan-jangan semua bersumber dari didikan orangtua.
Nah, itulah pesan dari film “I Not Stupid Too
SINOPSIS
film ini menceritakan kehidupan dua keluarga yang penuh dengan masalah. Keluarga pertama adalah keluarga kakak beradik, Jerry yang masih SD  dan kakakx Tom yang sudah duduk di SMA, Ibunya, seorang editor majalah terkenal. Ayahnya, seorang pekerja yang super sibuk di sebuah perusahaan. Mereka berasal dari keluarga berada, Tp kedua org tuax itu hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk kedua anaknya.
Jerry anak yang pintar. Di sekolahnya, ia mendapat nilai tertinggi. Namun, kedua orangtuanya tidak pernah sama sekali memujinya. Ironisnya, mereka malah memarahinya karena nilai Jerry tak pernah lebih baik dari sebelumnya. Lain lagi dengan kakaknya, Tom. Ia hobi ngeblog sampai-sampai ia mendapat penghargaan sebagai blogger terbaik. Tp orang tuanya  tak menyukainya dan malah memarahinya kalau blogging bukanlah kegiatan berguna.
Keterbatasan komunikasi di antara anak dan orangtua itu membuat kakak-adik itu juga tak akur. Apabila kedua anak itu memiliki keinginan yang hendak dibicarakan pada orangtua, mereka hanya menulis di atas kertas dan menempelkannya di kulkas. Misalnya, ketika Jerry yang terpilih jadi pemeran utama di drama sekolahnya, hendak memberitahukannya pada ibu dan ayahnya. Sayang, kertas itu tertiup angin dan jatuh terinjak, stelah terpilih, Ia juga berjuang keras untuk mendapatkan uang, bagaimanapun caranya agar bisa membeli waktu ayahx yg sangat sibuk.
Keluarga kedua adalah Cheng Chang dan ayahnya, Mr. Lim . Cheng Chang adalah teman baik Tom. Berbeda dengan sahabatnya, ia hidup sederhana—bahkan miskin. Hobinya bela diri dan cita-citanya ingin seperti Jet Li. Sayang, ayahnya marah besar dan melarangnya meniru tokoh kesenangan anaknya itu. Apabila Cheng Chang berbuat salah, ayahnya yang mantan narapidana dan cacat itu memukulinya. Kebiasaan dikasari itu membuat Cheng Chang berani melawan gurunya.
Hingga suatu saat, Tom yang ketahuan membawa film porno dimarahi gurunya dan dibela Cheng Chang. Kekacauan di kelas saat razia handphone itu berujung dengan dihukumnya kedua sahabat itu, . Chengcai dikeluarkan dari sekolah krn sebelumnya dia jg sudah sering melakukan kesalahan di sekolahx, sedangkan Tom tidak dikeluarkan tetapi dihukum dengan rotan di depan seluruh siswa sekolah. Karena kejadian “dirotan” ini, sekolah Tom menjadi sorotan media massa dan muncul opini publik mengenai cara mendidik anak yang seharusnya.
Malu dengan keadaan dirinya, terlebih dengan ejekan teman-temannya di sekolah, Tom dan Chengcai akhirnya bergabung dengan gerombolan anak-anak jalanan yang dianggap “senasib” dengan mereka. Sebagai “ujian masuk”, Tom dan Chengcai harus mencuri iPod dari sebuah toko elektronik. Malang bagi mereka, sebab mereka berdua tertangkap oleh dua orang pria yang menyaru sebagai polisi. Kedua pria ini meminta uang jaminan sebesar $2000 sebagai uang tutup mulut. Sekarang Tom dan Chengcai harus memutar otak demi mendapatkan uang yang jumlahnya tidak sedikit.
Selain kedua ABG tersebut yang mencuri, ternyata si bocah Jerry juga nekad mencuri, Ia ingin mengumpulkan uang sebanyak $500, karena ayahnya pernah berkata bahwa seseorang harus membayar sebesar jumlah tersebut untuk “membeli” 1 jam waktunya. Nah, dalam kasus ini, sang anak berpikir bahwa jika ia ingin orang tuanya datang ke konser di sekolahnya, ia harus membayar sebesar $500 demi “membeli” 1 jam waktu mereka. Orang tuanya sangat marah ketika mengetahui bahwa Jerry mencuri uang, tetapi kemudian sadar dan terharu ketika mengetahui bahwa ia hanya ingin “membeli” sesaat waktu mereka. Karena kejadian ini, mereka membaca blog milik Tom, dan dari sana mereka mengetahui bahwa keadaan batin anaknya yang satu lagi ini juga tidak lebih baik daripada adiknya.
Suatu ketika tom dan chanchay ingin membayar uang jaminan tutup mulut dari org yg mengaku sebagai polisi tadi,. Akhirnya, mereka berdua mencuri kalung emas yang dipakai seorang wanita tua. Menyadari bahwa apa yang mereka perbuat tidak benar, mereka memutuskan untuk mengembalikan kalung tersebut. Sungguh suatu tindakan yang heroik, karena akhirnya mereka toh harus rela dipukuli oleh orang-orang setempat. Ketika insiden pemukulan ini terjadi, handphone Tom jatuh dan tidak sengaja terhubung ke handphone milik ayahnya. Sang ayah sedang di kantor, hendak memulai sebuah presentasi yang sangat penting. Karena teknologi 3G, sang ayah melihat dengan jelas di layar handphone bahwa sang anak sedang dipukuli oleh para warga. Tanpa memedulikan kepentingannya saat itu, ia langsung pergi dari kantor karena ingin menolong Tom.
Sesampai di tempat kejadian, orang tua dan nenek Tom menemui wanita tua yang telah dicuri kalungnya itu. Ayah Tom, tidak ingin anaknya masuk penjara, sampai memohon-mohon kepada si wanita tua agar jangan melaporkan kepada polisi tentang apa yang telah dilakukannya, dan merelakan dirinya sebagai tertuduh jika memang harus demikian adanya. Untungnya si wanita tua cukup berbaik hati ketika mendengar pembelaan sang ayah dan ibu mengenai bagaimana mereka selama ini telah salah mendidik anak-anaknya, sehingga ia tidak melaporkan tentang hal pencurian tersebut, dan memberikan mereka kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.
Nasib Chengcai mungkin agak lebih tragis. Sang ayah karena ingin menolong anaknya, malah akhirnya terluka di kepala dan dilarikan ke rumah sakit. Ibunda Chengcai sudah meninggal, sehingga ketika ayahnya sekarat, Chengcai menjadi sadar dengan kebaikan ayahnya selama ini, meskipun sang ayah suka memukuli Chengcai. Chengcai akhirnya memohon kepada kepala sekolah agar ia diterima kembali menjadi murid di sekolah tersebut, tetapi permohonannya sia-sia. Bahkan ia sampai berbohong kepada ayahnya agar ia tidak mengecewakan beliau. Sebagai permintaan terakhir, sang ayah ingin bertemu langsung dengan sang kepala sekolah, karena ia ingin berterima kasih secara langsung. Sang kepala sekolah “terpaksa” berbohong demi ayah Chengcai. Tak disangka, bahkan di saat sekarat pun, sang ayah dapat mengetahui sebenarnya kepala sekolah telah berbohong. Sang ayah kemudian berkata, “Tidak ada guru yang gagal mendidik muridnya. Yang ada hanya orang tua yang gagal mendidik anaknya.” Sang ayah menasihati Chengcai, jika memang ia suka bela diri, maka jadilah seorang petarung yang handal. Setelah ayahnya meninggal, Chengcai menjadi termotivasi untuk melakukan yang terbaik, dan ia sukses menjadi juara bela diri.
Mengenai dua orang pria yang menyaru sebagai polisi, mereka akhirnya juga tertangkap basah oleh polisi saat ayah Tom menyerahkan uang kepada mereka. Ketika mereka menyadari bahwa uang tersebut adalah uang palsu, sang ayah juga tidak mau kalah berkata, “Kalian pun juga sama-sama palsu.”
Adik Tom, Jerry, juga sangat bahagia karena orang tuanya bersedia menonton pertunjukannya di sekolah.
 Di sisi lain, orangtua berbuat demikian tentu demi kebaikan anaknya. Hanya saja, cara penyampaiannya yang kurang tepat dan kurang pas di hati anak. Ini terbukti saat ayah Cheng Chang yang  keras sempat dengan susah payah membeli tas untuk mengganti tas anaknya yang rusak akibat bertengkar. Yah, meskipun tas tersebut adalah tas paling murah dan bergambar kartun yang tentu gak cocok banget buat anak SMA seperti Cheng Chang. Bahkan, saat Cheng Chang dikeluarkan sekolah, ayahnya rela berkeliling Singapura hanya untuk memperjuangkan nasib anaknya. Ini membuktikan bahwa dia sangat sayang kepada anakx, tp tdk tau mnunjukkan rasa sayangx bahkan sering melakukan kekerasan kpd anakx dgn memukulix, orang tua tom pun demikian sibuk bekerja untuk anakx tp kesalahan mereka yaitu mereka lupa menyisakan waktu untuk anak2x.
Nah, z memilih film ini krn film ini sangat cocok ditonton untuk para orangtua dan guru. Kenapa guru? Karena di dalamnya tidak hanya mengisahkan konflik anak-orangtua, tapi menggambarkan realita pendidikan di Singapura yang diskriminatif.
Salah satu pesannya agar guru lebih bijak menghadapi murid. Ini pun tentu sesuai dengan kondisi pendidikan di tanah air, di saat banyak kasus kekerasan dalam hukuman terhadap murid dan perlakuan tidak adil bagi murid berkemampuan di bawah rata-rata, mereka kurang menghargai kemampuan siswanya dan pilih kasih, mereka lebih memperhatikan siswa yang pintar dan selalu meremehkan siswa yang berkemampuan di bawa rata2. Padahal seharusnya tugas merekalah untuk membantu meningkatkan/mengembangkan kemampuan  siswanya, bukan malah meremehkan dan membeda2kan mereka.
Kesan/Komentar
Pesan moral dari film ini sebenarnya sangat sederhana, tetapi sangat mendalam. Apalagi di zaman modernisasi dan globalisasi seperti sekarang ini, cara mendidik anak merupakan salah satu tantangan tersendiri. Sebagai orang tua, kita harus peduli terhadap anak dan jangan bersikap individualistis. Peduli juga bukan berarti sok mau tahu urusan anak, tetapi lebih kepada perhatian dan kasih sayang. Film ini adalah salah satu bukti bahwa faktor keluarga sangat penting dalam perkembangan mental dan jiwa seorang anak.


Unsur intrinsik :

Tema : Kekeluargaan
Tokoh dan watak :
                                - Tom berwatak baik dan cerdas
                                -  Jerry berwatak baik dan pintar
                        - Chengcai berwatak baik tapi keras, suka melawan guru
                        - Orang tua tom dan jerry;  ayah dan ibunya berwatak kurang  perhatian dan kurang                            penyayang
                        - Ayah chengcai berwatak keras, suka memukul anaknya.

Latar                :
-          Tempat        : Dirumah, sekolah, rumah sakit, dan jalanan
-          Waktu           : Pagi, siang, dan malam
-          Suasana       : Menyedihkan, mengharukan

Alur                      : Maju

Sudut pandang: Orang ketiga sebagai pelaku utama

Gaya bahasa     : Menggunakan kata-kata  baku dan tidak baku

Amanat             :
-          Sesibuk apapun  anda, tetaplah utamakan anak, berilah perhatian dan kasih sayang kepada mereka karena seorang anak sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya.
-          Hargailah setiap kemampuan anak, berilah sedikit pujian agar mereka lebih semangat dan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan mereka.
-           Jangan melakukan kekerasan kepada anak apabila mereka melakukan kesalahan, tetapi bersikap bijaklah dalam menghadapi mereka.


Unsur ekstrinsik :

-  Nilai sosial : Chengcai selalu membela dan menolong sahabatnya/tom walaupun dia harus mendapat masalah karena perbuatannya, seperti saat dia melawan gurunya karena membela tom, dan saat dia harus terlibat perkelahian dengan preman-preman karena menolong tom.

-  Nilai moral : -Tom tidak memilih-milih teman walaupun dia berasal dari keluarga kaya tapi dia mau berteman dengan chengcai yang berasal dari keluarga yang miskin.

-Chengcai, walaupun sering dikasari/pukul oleh ayahnya tapi dia tetap berbakti kepada ayahnya dan dia ingin membuat ayahnya bahagia, sehingga dia berusaha memohon kepada kepala sekolahnya agar dia diterima kembali di sekolahnya demi kebahagiaan ayahnya dan setelah ayahnya meninggal dia berusaha keras untuk menjadi juara untuk memenuhi pesan terakhir ayahnya.

- Wanita tua yang kalungnya dicuri oleh tom dan chengcai mau mengerti dan memaafkan mereka yang telah mencuri kalungnya, jadi kita harus memaafkan kesalahan orang lain kepada kita apalagi jika orang itu mempunyai alasan yang benar sehingga mereka melakukan kesalahan.

-          Nilai Budaya: budaya pendidikan di singapura yang diskriminatif, selalu memberi kekerasan dalam hukuman kepada anak didik dan berlaku tidak adil kepada anak yang berkemampuan dibawah rata-rata. Seharusnya cara mendidik anak yang benar adalah bersikap bijak dalam menghadapi setiap kesalahan mereka dan tanpa kekerasan, serta bersikap adil kepada mereka.
-            Nilai ekonomi : - karena chengcai berasal dari keluarga yang miskin sehingga saat dia dikeluarkan dari sekolah maka ayahnya susah payah untuk mendaftarkannya di sekolah lain dan harus bekerja keras untuk menulis surat dengan tangannya sendiri untuk dikirim ke setiap sekolah. Dan saat Tas chengcai rusak, ayahnya dengan susah payah membelikannya tas baru yang paling murah dan begambar kartun yang tidak cocok untuk anak seperti chengcai yang sudah SMA tp tidak ada pilihan lain karena dia tidak mampu membeli tas yang lebih baik dari tas itu.


                          

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar