Ganti Background Blog Ini!





Get Widget




Senin, 02 April 2012

makalah pengangguran terdidik


KATA PENGANTAR
 puja dan puji syukur kehadiran allah swt yang telah taufik dam hidayahnya kepada kita semua dan makalah yang berjudul pengangguran terdidik (sarjana) ini bisa saya selesaikan dengan tepat waktu dan diselesaikan dengan sebaik baiknya
Sallawat serta salam marilah kita junjungkan kepada nabi besar MUHAMMAD saw yang telah menuntun kita sebagai umatnya ke jalan yang lurus
Makalah ini saya buat dan saya ajukan supaya nilai mata kuliah saya “ perekonomian Indonesia dapat memenuhi syarat ketuntasan
Walau di dalam makalah ini ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan, saya meminta maaf sebesar besarnya, wassalamualaikum wr.wb

Penulis

Jakarta 1  april 2011





DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................          i
Daftar Isi ..............................................................................................................         ii
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang...........................................................................................         1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................         1
1.3 Batasan Masalah .......................................................................................         1
     1.4 Tujuan Makalah..........................................................................................         1
Bab II Pembahasan
2.2 sebutkan penggolongan pengangguran.................................................         2
2.3 Sebutkan penyebab pengagguran terdidik........................................         2
2.4 bagaimana cara mengatasi pengangguran terdidik..........................         3
Bab III Penutup
    


BAB 1
 PENDAHULUAN

   Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Adapun rumusan masalah dalam pengangguran terdidik adalah masalah mutu pendidikan, kesiapan tenaga pendidik, fasilitas, dan Kurangnya lapangan pekerjaan yang akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam pandangan masyaraka.
Adapun batasan masalah pengangguran terdidik dan  penyebab utama pengangguran terdidik adalah kurang selarasnya perencanaan pembangunan pendidikan dan berkembangnya lapangan kerja yang tidak sesuai denagn jurusan mereka, sehingga para lulusan yang berasal dari jenjang pendidikan atas baik umum maupun kejuruan dan tinggi tersebut tidak dapat terserap ke dalam lapangan pekerjaan yang ada. Faktanya lembaga pendidikan di Indonesia hanya menghasilkan pencari kerja, bukan pencipta kerja.

Adapun tujuan makalah ini di buat karena tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana ini tak lepas dari rendahnya keterampilan di luar kompetensi utama mereka sebagai sarjana.


BAB 2
 PEMBAHASAN

1.   Pengertian  Pengangguran Terdidik
Pengangguran Terdidik adalah seseorang yang telah lulus dari perguruan tinggi negeri atau swasta dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Para penganggur terdidik biasannya dari kelompok masyarakat menengah ke atas, yang memungkinkan adanya jaminan kelangsungan hidup meski menganggur. Pengangguran terdidik sangat berkaitan dengan Masalah kependidikan di negara berkembang pada umumnya, antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan, kesiapan tenaga pendidik, fasilitas, dan Kurangnya lapangan pekerjaan yang akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam pandangan masyarakat. Pada masyarakat yang tengah berkembang, pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada. Dalam arti lain, tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan

2.  Jenis-Jenis Pengangguran
A.   Pengangguran Normal atau Friksional  (Frictional Unemployment)
Pengangguran Normal atau Friksional adalah pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja
B.    Pengangguran Siklikal
Pengangguran Siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
C.    Pengangguran Struktural (Struktural Unemployment)
Pengangguran stuktural adalah keadaan dimana penganggur yang sedang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu  memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja
D.   Pengangguran Teknologi
Pengangguran Teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin..

3.  Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya
Berdasarkan kepada ciri pengangguran yang berlaku, pengangguran dapat pula digolongkan sebagai berikut:
A.   Pengangguran Terbuka (Open Unemployment)
Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengangguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

B.    Pengangguran Terselubung atau Tersembunyi (Disguissed Unemployment)
Pengangguran terselubung adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu, misalnya pekerjaan yang tidak sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

C.    Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang meyebabkan seseorang harus menganggur.

D.   Setengah Menganggur (Under Unemployment)
Pengangguran setengah menganggur adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.

4.  Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Meningkatnya Pengangguran Terdidik
A.           Ketidakcocokkan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja (sisi penawaran tenaga kerja) dan kesempatan kerja yang tersedia (sisi permintaan tenaga kerja). Ketidakcocokan ini mungkin bersifat geografis, jenis pekerjaan, orientasi status, atau masalah keahlian khusus.

B.            Terbatasnya daya serap tenaga kerja di sektor formal (tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan yang kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil).

C.            Belum efisiennya fungsi pasar kerja. Di samping faktor kesulitan memperoleh lapangan kerja, arus informasi tenaga kerja yang tidak sempurna dan tidak lancar menyebabkan banyak angkatan kerja bekerja di luar bidangnya. Kemudian faktor gengsi juga menyebabkan lulusan akademi atau universitas memilih menganggur karena tidak sesuai dengan bidangnya.

D.           Budaya malas juga sebagai salah satu factor penyebab tingginya angka pengangguran sarjana di Indonesia.

5.  Cara Mengatasi Pengangguran
1. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral
Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural.

2. Pengelolaan Permintaan Masyarakat
Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah.

3. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja
Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.

4. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.


5 Wiraswasta
Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu, pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.



 BAB 3 PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Ketidakcocokkan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja (sisi penawaran tenaga kerja) dan kesempatan kerja yang tersedia (sisi permintaan tenaga kerja). Ketidakcocokan ini mungkin bersifat geografis, jenis pekerjaan, orientasi status, atau masalah keahlian khusus. Jadi pengangguran terdidik juga bisa menimpa siapa saja, bahkan anak presiden pun bisa

Jadi sebainya kita dalam perkuliahan tidak salah dalam mengambil jurusan, jadi harus sesuia dengan keahlian di bidang masing masing, karena pengangguran terdidik bisa menimpa siapa saja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar